Peningkatan Kemampuan Kosakata Anak Lambat Berbicara melalui Media Gambar Berbasis Kontekstual

Authors

  • Momi Mastori Universitas Negeri Yogyakarta
  • Edi Purwanta Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.58230/27454312.5189

Keywords:

anak lambat berbicara, kosakata, media gambar kontekstual

Abstract

Keterbatasan kosakata pada anak yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara dapat menghambat respons verbal, partisipasi dalam pembelajaran, dan penggunaan bahasa secara fungsional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan media gambar berbasis kontekstual yang dipadukan dengan scaffolding responsif serta menganalisis peningkatan kemampuan kosakata pada dua subjek yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah dua anak kelompok A berusia 4-5 tahun yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara berdasarkan hasil pengamatan dan asesmen awal di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, tes kosakata lisan individual, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase capaian dan Normalized Gain (N-Gain). Tindakan mengintegrasikan media gambar yang dekat dengan pengalaman anak, apersepsi berbasis realitas, permainan tunjuk-sebut dan tebak gambar, serta scaffolding berupa modeling, parallel talk, expansion, wait time, dan penguatan positif. Hasil menunjukkan bahwa capaian SA meningkat dari 19,2% pada pra-siklus menjadi 50,8% pada Siklus I dan 81,7% pada Siklus II, sedangkan AB meningkat dari 23,1% menjadi 60,0% dan 89,2%. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan nilai 0,78 pada SA dan 0,86 pada AB, yang keduanya berada pada kategori tinggi. Perbaikan tindakan pada Siklus II melalui pengurangan beban kosakata, penguatan konteks pengalaman keluarga, waktu tunggu yang lebih panjang, expansion yang lebih konsisten, dan interaksi berpasangan diikuti perkembangan kemampuan dari pemahaman reseptif menuju produksi kata, frasa, dan kalimat sederhana. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kosakata setelah penerapan rangkaian tindakan, tetapi peningkatan tersebut tidak dapat diatribusikan secara khusus kepada media gambar karena tindakan melibatkan beberapa komponen intervensi secara terpadu. Keterbatasan jumlah subjek, tidak adanya kelompok kontrol, durasi tindakan yang singkat, dan belum adanya pengukuran generalisasi ke lingkungan rumah perlu dipertimbangkan dalam menafsirkan temuan penelitian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qahtani, A. A. (2019). The importance of context in vocabulary acquisition for preschool children: A cognitive approach. Journal of Psycholinguistic Research, 48(4), 813–827.

Farokhah, L., Daulay, S., & Ginting, B. (2021). Hambatan komunikasi anak speech delay prasekolah di lingkungan sekolah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1345–1354. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.810

Hartshorne, J. K., & Khairunisa, A. (2021). Identifikasi gangguan pemerolehan kosakata pada anak prasekolah dengan indikasi keterlambatan bicara. Jurnal Psikologi Teoretis Dan Terapan, 12(2), 145–158.

Hasanah, M., & Khadijah, K. (2021). Analisis perkembangan bahasa dan kemampuan literasi awal anak usia dini. Jurnal Perkembangan Anak Usia Dini, 5(2), 112–125.

Justice, L. M., & Pence Turnbull, K. L. (2022). Language development from theory to practice (3rd ed.). Pearson.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (3rd ed.). Deakin University Press.

Khomaria, N., & Wahyuningsih, S. (2021). Pemanfaatan media kartu kata bergambar berbasis lingkungan untuk meningkatkan penguasaan kosakata anak usia dini dengan hambatan verbal. Jurnal Instruksional Pendidikan Dasar, 6(1), 45–56.

Kurniati, E., Apriyanti, C., & Kristiawan, M. (2021). Pengembangan media pembelajaran bahasa anak usia dini berbasis muatan kontekstual lokal daerah. Jurnal Pendidikan Modern Anak Usia Dini, 7(2), 112–123.

Lestari, D. P., & Putri, A. M. (2021). Media gambar seri untuk meningkatkan kosakata anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 112–125.

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.

McCabe, P. C., & Meller, P. J. (2004). The relationship between language and social competence in preschool children with specific language impairment. Journal of Communication Disorders, 37(4), 287–305.

Morgan, P. L., Farkas, G., Hillemeier, M. M., & Maczuga, S. (2020). Early vocabulary deficits predict long-term academic difficulties in school-aged children. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 61(2), 180–191.

Nurhayati, S. (2018). Peningkatan kemampuan berbicara melalui media gambar pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Surabaya. Jurnal PAUD Teratai, 7(3), 1–6.

Putri, A. R., & Mumpuniarti, M. (2023). Analisis faktor eksternal penyebab keterlambatan wicara (speech delay) pada anak usia prasekolah. Jurnal Ilmiah Kajian Anak, 10(2), 142–154.

Rescorla, L. (2009). Age 17 language and reading outcomes in late-talking toddlers: Support for a dimensional perspective on language delay. Journal of Speech, Language, and Hearing Research, 52, 16–30.

Sari, F. N., & Kurniati, E. (2022). Strategi guru dalam menstimulasi kemampuan kebahasaan anak yang mengalami keterlambatan berbicara (speech delay) usia prasekolah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4825–4836. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2755

Sari, R. (2020). Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak lambat bicara di TK Negeri Pembina Jakarta. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 895–906. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.455

Smith, J., & Johnson, L. (2019). The impact of contextualized visual aids on vocabulary acquisition in early childhood. Journal of Early Childhood Research, 17(3), 241–255. https://doi.org/10.1177/1476718X19849201

Taqiyah, B., & Mumpuniarti, M. (2022). Strategi scaffolding bertahap dalam stimulasi kemampuan komunikasi verbal anak dengan hambatan bicara (speech delay). Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 17(2), 88–99.

Umar, S., Yusuf, M., & Yuwono, J. (2021). Masalah emosi dan perilaku anak dengan keterlambatan bicara (speech delay) di taman kanak-kanak inklusif. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2165–2176. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1150

Wahyuni, T., & Ramli, M. (2020). Efektivitas media gambar kontekstual lokal dalam memperkaya penguasaan kosakata anak usia 4–5 tahun. Jurnal Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(1), 23–32.

Wulandari, A. (2019). Peningkatan kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini melalui media kartu kata bergambar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 214–223.

Zambrana, I. M., Pons, F., Eadie, P., & Ystrom, E. (2019). Trajectories of language development from age 3 to 5: Effects on social-emotional adjustment in preschool. International Journal of Language & Communication Disorders, 54(3), 390–402. https://doi.org/10.1111/1460-6984.12446

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Mastori, M. ., & Purwanta, E. . (2026). Peningkatan Kemampuan Kosakata Anak Lambat Berbicara melalui Media Gambar Berbasis Kontekstual. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 15(3 Agustus), 4747-4760. https://doi.org/10.58230/27454312.5189