Evaluasi Program Komunitas Belajar Guru dengan Pendekatan Responsive Model

Authors

  • Ilyanti Hasirah Nurgas Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muhammad Nur Akbar Rasyid Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Sitti Mania Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.58230/27454312.1994

Keywords:

Evaluasi program, Komunitas belajar guru, Responsive model

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Program Komunitas Belajar Guru di UPT SPF SD Inpres Baraya I menggunakan pendekatan Responsive Model. Evaluasi ini dilakukan untuk memahami dampak program terhadap peningkatan profesionalisme guru. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Partisipan terdiri atas 10 guru, 1 ketua komunitas belajar,1 kepala sekolah, 1 pengawas, dan 10 siswa. Analisis didasarkan pada 12 elemen Responsive Model, yakni: (1) komunikasi dengan pihak terkait, (2) penentuan cakupan program, (3) deskripsi aktivitas utama, (4) identifikasi tujuan dan masalah, (5) analisis isu utama, (6) kebutuhan data, (7) pemilihan pengamat dan alat ukur, (8) pemantauan pelaksanaan, (9) pembuatan deskripsi dan studi kasus, (10) validasi temuan, (11) format laporan, dan (12) penyusunan laporan akhir. Hasilnya menunjukkan model ini efektif untuk mengevaluasi keberhasilan program dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk perbaikan ke depan. Temuan ini relevan bagi kebijakan pengembangan guru yang adaptif terhadap kebutuhan lokal. Disarankan agar program komunitas belajar guru diperkuat dengan peningkatan pelatihan berbasis kebutuhan yang berfokus pada pengembangan kompetensi pedagogik dan kompetensi professional serta teknologi selain itu perlu peningkatan dalam mengatur jadwal kegiatan agar lebih fleksibel sehingga tidak mengganggu tugas mengajar, menyediakan pelatihan tambahan dan pendampingan terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, mengalokasikan sumber daya yang mencukupi untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program merancang panduan yang lebih rinci untuk mendukung guru dalam menerapkan metode pembelajaran baru, memperkuat komunikasi dan koordinasi di antara pemangku kepentingan untuk menyelaraskan tujuan program, meningkatkan partisipasi aktif seluruh guru melalui diskusi yang lebih inklusif dan terarah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, I. S., & Zumrotun, E. (2024). The Role of Learning Communities as A Means of Teacher Professionality Development at SDN 1 Srobyong. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 166. https://doi.org/10.30659/pendas.11.2.166-186

Ali, M. K., Ali, A. M., & Hasanah, A. (2024). CHALLENGES IN IMPLEMENTING CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING : A TEACHER PERSPECTIVE STUDY. 2(2), 66–80.

Creswell, W. (2024). 4.2. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif, 45.

Firman, F., Hasriadi, H., Aswar, N., Sukirman, S., & Yusuf, M. (2022). The Use of Information Technology in Learning in Isolated and Remote Areas: Pioneering, Development, and Modeling. The 4th International Conference on University Community Engagement (ICON-UCE 2022), 4, 268–274.

Geletu et.al. (2023). Professional accountability and responsibility of learning communities of practice in professional development versus curriculum practice in classrooms: Possibilities and pathways. International Journal of Educational Research Open, 4(January), 4. https://doi.org/10.1016/j.ijedro.2022.100223

Hasanah, U., & Sari, I. W. (2024). Evaluation of the Education Management System at the Sokobanah Islamic Raudlatul Institution Sampang: Building a Model that is Responsive to the Needs of Students and Society. 51–66.

Husna, R. (2024). Teori Partisipasi dalam Pendidikan. Konsep dan Implementasi”. Jurnal Pendidikan Inovatif, 14(2), 123–135.

Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. (2023). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Laporan Tahunan Pengembangan Profesionalisme Guru.

Khusna, R., & Priyanti, N. (2023). Pengaruh Komunitas Belajar Terhadap Kemampuan Pedagogik Guru Di Ikatan NSIN TK Bekasi. Jurnal Ilmiah Potensia, 8(2), 252–260. https://doi.org/10.33369/jip.8.2.252-260

Nurmalasari dkk. (2024). Penerapan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Demonstrasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA dan Kemampuan Literasi Sains Siswa. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 7(2), 495–505.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Rahayuningsih, S., Mardliyah, A. A., & Rijanto, A. (2023). Peningkatan Kompetensi Guru Dan Membangun Budaya Belajar Berkelanjutan Melalui Pembentukan Komunitas Belajar. AMMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(8: September), 934–940.

Samsinar dkk. (2021). Guru penggerak. Dalam Journal information (Vol. 10, Nomor 3).

Scientific, G. (2024). Social Justice Leadership for Students ’ Holistic Lifelong Learning through Professional Learning Community , Engagement , and Sustainability: Perspectives of Principals and Teachers in the United States. 4088, 36–59.

Stake, R. E. (1991). Excerpts from: “Program evaluation, particularly responsive evaluation.” Evaluation Practice, 12(1), 63–76. https://doi.org/10.1016/0886-1633(91)90025-S

Titihalawa, dkk. (2023). Peran Kepala Sekolah dan Komunitas Belajar dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Pendidik. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (PROSNAMPAS), 6(1), 716–720.

Zebua, F. R. S. (2023). Analisis Tantangan dan Peluang Guru di Era Digital. Jurnal Informatika Dan Teknologi Pendidikan, 3(1), Article 1. https://doi.org/10.25008/jitp.v3i1.55

Downloads

Published

2025-02-27

How to Cite

Evaluasi Program Komunitas Belajar Guru dengan Pendekatan Responsive Model. (2025). Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(1 Februari), 901-914. https://doi.org/10.58230/27454312.1994